Beberapa waktu lalu kencang berembus kabar bahwa Smartfren sedang menyiapkan produk berteknologi 4G LTE. Tepat hari ini (9/6) mereka langsung mengenalkan lima rangkaian produk terbarunya untuk menandai keseriusan berpindah ke frekuensi 4G.
Direktur Smartfren, Merza Fachys, mengatakan kelima perangkat ini sekaligus mengawali langkah perusahaan masuk ke jaringan 4G LTE berbasis CDMA yang akan diluncurkan dalam waktu dekat. Seri terbaru smartphone tersebut diberi nama Andromax R, Q, Q1, Ec, dan Es.
Kelima produk tersebut diproduksi oleh produsen Haier asal China. Semuanya memakai prosesor Qualcomm Snapdragon 410 1,2 GHz Cortex A53 dan Adreno 306, dan menggunakan sistem operasi Android 5.0 Lollipop. Masing-masing perangkat akan dibanderol di kisaran Rp1 jutaan.
Perbedaan yang mencolok dari lima perangkat ini adalah pada layar dan harga. Andromax R dengan layar 5 inci dibanderol Rp1,6 juta dengan pilihan paduan warna hitam emas, hitam perak, dan putih perak. Sementara Andromax Q dan Qi berlayar 4,5 inci dihargai Rp1,3 juta, yang masing-masing dibalut dengan warna biru tua dan putih serta hitam dan putih.
Khusus Andromax Q, sistem operasi perangkat ini memakai Android yang telah dikustomisasi oleh Cyanogen OS 12, sebuah perusahaan developer peranti lunak Android yang diinvestasi oleh Smartfren beberapa bulan lalu.
Sedangkan Andromax Ec dan Es yang mengusung layar 4 inci masing-masing tersedia dalam tiga pilihan warna, yakni hitam, putih, dan abu-abu dengan harga Rp1 juta. Lebih lengkapnya, Anda dapat melihat tabel di bawah ini:
Smartfren Andromax R | Smartfren Andromax Q | Smartfren Andromax Qi | Smartfren Andromax Es | Smartfren Andromax Ec | |
---|---|---|---|---|---|
Layar | 5 inci HD 1080 x 720 piksel | 4,5 inci FWVGA 854 x 480 piksel | 4,5 inci FWVGA 854 x 480 piksel | 4 inci WVGA 480 x 800 piksel | 4 inci WVGA 480 x 800 piksel |
OS | Android 5.0 Lollipop | Android 5.0 Lollipop dengan kombinasi OS 12 dari Cyanogen | Android 5.0 Lollipop | Android 5.0 Lollipop | Android 5.0 Lollipop |
Prosesor | Quad-core 1,2 GHz Snapdragon 410 | Quad-core 1,2 GHz Snapdragon 410 | Quad-core 1,2 GHz Snapdragon 410 | Quad-core 1,2 GHz Snapdragon 410 | Quad-core 1,2 GHz Snapdragon 410 |
RAM | 1 GB | 1 GB | 1 GB | 1 GB | 1 GB |
Kapasitas Penyimpanan | 8 GB dengan slot microSD hingga 32 GB | 8 GB dengan slot microSD hingga 32 GB | 8 GB dengan slot microSD hingga 32 GB | 8 GB dengan slot microSD hingga 32 GB | 8 GB dengan slot microSD hingga 32 GB |
Kapasitas Baterai | 2.200 mAh | 2.000 mAh | 1.900 mAh | 1.500 mAh | 1.500 mAh |
Kamera Depan | 8 MP | 5 MP | 5 MP | 5 MP | 5 MP |
Kamera Belakang | 5 MP | 2 MP | 2 MP | 5 MP | 5 MP |
Harga | Rp1,6 juta | Rp1,3 juta | Rp1,3 juta | Rp1 juta | Rp1 juta |
Kesiapan perpindahan ke frekuensi 4G
Lebih jauh pihak Smartfren mengatakan bahwa perusahaan memutuskan untuk berpindah ke jaringan 4G LTE pada kuartal ketiga 2015 ini karena mereka masih melakukan uji coba jaringan agar kualitasnya terus membaik. Smartfren mengatakan bakal memanfaatkan spektrum frekuensi 850 MHz untuk menggelar 4G LTE, dan 2.300 MHz yang akan didapatkan setelah mereka migrasi dari spektrum 1.900 MHz.
Saat ini, tiga operator GSM besar yaitu XL Axiata, Telkomsel, dan Indosat sudah mengkomersialkan 4G LTE di spektrum 900 MHz, dan sebentar lagi bisa memakai 1.800 MHz setelah tata ulang selesai dilakukan.
Senior Advisor Smartfren, Rodolfo Pantoja, menambahkan bahwa jaringan 4G LTE ini layaknya pemersatu teknologi GSM dan CDMA. Ia berpendapat bahwa sudah tak ada lagi gap atau batasan antara dua teknologi karena keduanya akan memberi layanan yang sama.
Smartfren juga telah menandatangani kontrak dengan Nokia Networks dan ZTE untuk membangun jaringan 4G LTE di beberapa daerah operasional Smartfren. Nokia akan menggarap daerah operasional Smartfren di Sumatera, Jabodetabek, dan Jawa Barat. Sementara ZTE di Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.
Terkait jumlah pengguna, anak perusahaan Sinar Mas ini menargetkan bisa mendapatkan kenaikan 10 hingga 20 persen di awal peluncuran layanan 4G LTE mereka.
Lokasi pabrik di daerah Cikarang, Jawa Barat
Seperti telah disebutkan di awal, bahwa Smartfren menggandeng Haier – yang telah bekerja sama selama tiga tahun – untuk menghadirkan kelima rangkaian smartphone 4G tersebut. Pabrik ini berlokasi di daerah Cikarang, Jawa Barat yang telah aktif sejak 2015 ini. Investasi ini diklaim memakan biaya mencapai $1 juta (sekitar Rp13 miliar).
Sementara itu Division Head Smartphone & Data Devices Smartfren, Sukaca Purwokardjono, mengungkapkan bahwa pabrik Haier di Bekasi itu memiliki 40 karyawan di dalamnya. Jumlah tersebut menurutnya akan terus bertambah untuk meningkatkan target produksi setiap bulannya.
“Saat ini kapasitas produksi per harinya sekitar 600 hingga 700 unit. Kami memiliki target untuk memproduksi hingga 1.200 unit per harinya,” ujar Sukaca.
Rencananya, di enam bulan pertama, perusahaan akan memproduksi setidaknya 50.000 unit produk per bulan. Setelahnya, secara bertahap jumlah kapasitas produksi akan terus ditingkatkan hingga 125.000 unit tiap bulan.
Tren smartphone murah berkemampuan mumpuni nampaknya masih akan membanjiri pasar hingga penutup semester pertama 2015. Bukan hanya vendor smartphone asing saja yang getol menjajakan produk buatannya, namun juga pemain lokal seperti Smartfren terlihat serius dalam menggarap lahan subur ini.
(Diedit oleh Pradipta Nugrahanto)
The post Serius Garap 4G LTE, Smartfren Hadirkan Lima Smartphone Baru appeared first on Tech in Asia Indonesia.